Browsing articles tagged with " lensa"
Jan
7
2011

Nikon D5000 dan Nikkor 50mm f/1.4

Setelah sekian lama menginginkan lensa dengan bukaan besar. Akhirnya saya mendapatkannya dengan biaya di bawah 1 juta. Dibandingkan saya harus membeli lensa AF Nikon 50mm seharga 1,5 jtan. Terdapat banyak kelebihan dan kekurangan dalam menggunakan lensa manual pada DSLR. Salah satunya tidak ada metering (yang mendeteksi cahaya). Sehingga mengharuskan kita menjadi lebih profesional dalam memilih speed shutter dan ISO yang tepat untuk bukaan tertentu.

Selain itu, karena masih manual. Akan kesulitan bagi yang keseringan menggunakan Auto Fokus. Karena dengan lensa manual seperti ini harus jeli. Apalagi dengan bukaan yang cukup lebar, yang memiliki DOF yang sangat sempit. bahkan jika salah fokus, terkadang selisih hanya beberapa centimeter saja.

1/1000 50mm f/1.4 ISO 200

Gambar di atas menunjukkan seberapa sempitnya DOF yang dihasilkan oleh lensa Nikkor 50mm tersebut. Ada hal lain yang saya dapatkan dari lensa tersebut. Awalnya saya mengira itu adalah pengaruh dari filter. Tapi ternyata bukan, itu adalah pengaruh dari lensanya sendiri. Saya tidak tahu apa karena lensanya yang jadul atau karena bukaannya yang sangat lebar.

Ternyata itu adalah chromatic aberration / penyimpangan kromatik. Memang banyak terjadi pada lensa terutama mungkin lensa dengan bukaan lebar. Tapi tidak menutup kemungkinan pada lensa – lensa lainnya. Hal ini terjadi akibat pantulan cahaya putih dengan lensa, tidak jauh berbeda dengan bagaimana terjadinya pelangi. Karena cahaya putih merupakan pencampuran dari berbagai warna.

Menurut wikipedia, penyimpangan kromatik adalah

jenis distorsi di mana ada kegagalan untuk fokus lensa semua warna ke titik konvergensi yang sama. Hal ini terjadi karena lensa memiliki indeks bias yang berbeda untuk panjang gelombang cahaya yang berbeda (dispersi lensa). Indeks bias berkurang dengan bertambahnya panjang gelombang.

Selanjutnya bisa dibaca disini Aberration in Optical Systems.

Penyimpangan tersebut memang banyak terjadi pada lensa optik. Tapi tidak terlalu bermasalah karena dapat di atasi dengan digital processing.

(389)

Dec
30
2010

Memilih DSLR…

Kamera DSLR berbeda dengan kamera poket biasa. Hal ini disebabkan fitur yang diberikan pada DSLR lebih banyak dibandingkan fitur – fitur kamera poket. Selain itu, DSLR memilki harga yang cukup mahal yaitu diatas kisaran harga 3 juta hingga 30 juta. Belum lagi aksesori tambahan dan lensanya yang memiliki kisaran harga 500 ribu hingga 200 juta lebih. Lumayan mahal bukan. Tapi bagi mereka yang memang hobi atau bahkan merupakan pekerjaan. Harga tersebut bukan masalah bagi mereka dibanding dengan hasil yang mereka dapatkan.

Mendapatkan gambar yang indah dari sebuah DSLR merupakan kebanggaan seorang fotografer. Apalagi jika gambar tersebut memiliki nilai ual yang tinggi. Bagi fotografer jurnalistik, gambar yang bermakna dan penuh arti dan berhasil masuk dalam media nasional bahkan internasional adalah sebuah kebanggaan. Beda pula fotografer fashion, setiap konsep yang dibuat dan menarik bagi klien, menjadi batu loncatan untuk mendapatkan penghasilan tambahan dari dunia fotografi.

Ada satu hal yang membuat saya mengerti bahwa semua itu bukan berakar dari kehebatan kameranya, bukan dari mahalnya lensa yang digunakan. Tapi semua berasal dari fotografer itu sendiri. Man behind the gun. Itulah yang dikatakan teman fotografer saya, mas Berto. Semua itu tergantung dari yang menggunakan kamera.

(762)