Browsing articles in "Tips dan Trik"
Mar
1
2012

Membuat daftar isi otomatis dengan Ms.Word

Dalam sebuah laporan ataupun skripsi, paling rumit adalah mengatur daftar isi, Secara manual, membuat daftar isi dengan mengatur tab, spasi dan sebagainya. Selain itu, apabila terjadi perubahan poin, halaman dan judul maka Anda harus teliti untuk memeriksa satu per satu, termasuk menentukan halaman.
Bila laporan masih sebatas 20-30 lembar tidak menjadi masalah, namun bagaimana jika ada 100 halaman? Sungguh merepotkan? Tapi Ms.Word sudah mempersiapkan kebutuhan Anda. Tanpa perlu mengatur secara manual, Ms.Word akan secara otomatis mengatur daftar isi sesuai keinginan Anda.
1. Pastikan file dokumen Anda telah dibuat poin – poin bertingkat seperti ini. Jangan khawatir dengan isinya, yang penting judul dan sub judul sudah ditulis terlebih dahulu.

2. Siapkan halaman kosong pada file dokumen tersebut untuk menuliskan daftar isi. Seharusnya konsep ini sudah diatur sebelumnya. Pada lembar kosong tersebut, masuk ke bagian Reference, pilih Table of Content – Insert Table of Contents…

3. Akan muncul jendela Table of Contents. Atur model titik – titiknya pada bagian Tab Leader dan atur pula jumlah level yang ditampilkan pada bagian General – Show Level. Pada tutorial ini, saya menggunakan 4 level.Kemudian klik OK.

4. Biasanya akan muncul notifikasi seperti di bawah ini. Klik OK untuk melanjutkan.
5. Karena belum ada data yang diisikan, maka daftar isi akan seperti ini.

6. Blok judul utama, dalam tutorial ini saya melakukan blok pada judul PENDAHULUAN. Lalu pilih Add text – Level 1 pada bagian tab References.
7. Begitu pula pada level – level selanjutnya, sesuai dengan pengaturan multilevel list yang telah Anda buat.

8. Kembali ke lembar daftar isi. Klik kanan pada tulisan No table of contents entries found. Pilih Update Field.
9. Hasilnya akan menjadi seperti di bawah ini.
10. Perlu diingat, apabila terjadi perubahan level dan judul serta halaman. Selalu melakukan Update Field. agar daftar isi ter-update sesuai dengan perubahan yang terjadi.

(637)

Feb
29
2012

Optimalisasi Kamus di Ms.Word

Standarnya, Ms.Word menggunakan kamus bahasa Inggris karena memang software ini berasal dari sana. Tapi, dengan beberapa pengembangan Ms.Word memiliki ratusan bahasa tambahan untuk seluruh dunia yang membutuhkannya. Termasuk di dalamnya bahasa Indonesia.

Meski tidak menggunakan software berlisensi, Anda dapat mengunduhnya secara gratis di situs microsoft dengan cara seperti berikut

1. Untuk tulisan mengalami kesalahan grammar dan penyebutannya (spelling) biasanya ditunjukkan dengan garis zig zag merah di bagian bawahnya.

2. Perhatikan bagian kanan bawah yang menunjukkan bahwa kamus yang digunakan adalah kamus berbahasa Inggris.

3. Pada bagian tab Review, pilih Language – Language Preferences…
4. Pada jendela Language Preferences. Lihat beberapa bahasa yang belum ter-install. Pada komputer saya sudah saya pasang kamus berbahasa Indonesia. 

5. Klik link Not installed, kemudian akan diarahkan ke situs office.microsoft.com
6. Pilih bahasa yang ingin Anda install. (pada tutorial ini adalah bahasa Indonesia). Lalu klik Download (tombol hijau yang atas/pertama).

7. Kemudian situs akan me-redirect ke situs www.microsoft.com

8. Scroll ke bawah sampai menemukan tiga tombol download. pilih sesuai keinginan dan spesifikasi komputer anda. Terdapat 2 jenis file instalasi untuk 2 jenis arsitektur komputer yaitu 64bit dan 86bit. sedangkan file ketiga adalah file help (pertolongan) dalam format CHM.

9. Setelah di download. Lakukan instalasi bahasa hingga selesai.

10. Restart Ms.Word Anda, kemudian buka file dokumen yang ingin anda perbaiki. Blok seluruh tulisan, lalu klik dua kali pada pilihan kamus di bagian kanan bawah.

11. Pilih bahasa (dalam tutorial ini adalah bahasa Indonesia). Akan terlihat tanda centang apabila kamus telah ter-install. Jangan lupa klik Set As Default kemudian OK.

12. File dokumen Anda akan menjadi seperti ini. Hanya kata – kata asing (diluar kamus Indonesia) yang berubah menjadi merah. Namun terkadang ada beberapa kata yang belum dimasukkan ke dalam kamus.

Meski sesuai dengan kamus, akan tetapi apabila penulisannya salah maka akan diberi tanda merah. Seperti pada kata dimana yang seharusnya ditulis di mana.
Tambahan

(502)

Feb
29
2012

Membuat multilevel list

Multilevel List adalah penomoran tulisan bertingkat yang diatur secara otomatis sehingga Anda tidak perlu repot dalam melakukan pengaturan tab-nya. Ms.Word memberikan fitur ini hanya dengan menekan tombol tab pada keyboard, maka penomoran bertingkat akan berpindah ke level selanjutnya. Tergantung jumlah level yang digunakan.
Pada awalnya banyak kesulitan yang dihadapi saat membuat penomoran bertingkat seperti ini, Termasuk membuat tulisan BAB I dst secara otomatis sesuai dengan format penulisan di instansi yang bersangkutan.
1. Pada tab Home, pilih Multilevel List pada bagian Paragraph. Kemudian pilih Define New Multilevel List… pada dropdown menu nya.

2. Akan muncul jendela Define New Multilevel List seperti berikut.

Pada penomoran pertama ketikkan “Bab” (pada tutorial ini saya menggunakan format penulisan laporan secara umum) sebelum angka yang diblok abu – abu karena angka tersebut otomatis. Jangan lupa pilih style untuk level tersebut dengan angka romawi.
Karena judul halaman berada ditengah pilih Nothing pada bagian Follow number with:
3. Klik baris kedua dari multilevel list yang merupakan level kedua.
 Masukkan level pertama kedalamnya dengan memilih pada dropdown Include level number from pilih level 1. kemudian batasi dengan titik. Jangan lupa, centang Legal style numbering agar angka romawi berubah menjadi angka biasa.
4. Begitu pula pada level selanjutnya. jangan lupa Include level number from: dipilih berurut mulai dari level 1 dan seterusnya serta batasi dengan titik.

5. Pada setiap level, perhatikan bagian Position.
Aligned at: merupakan posisi angka yang pada dokumen diukur dengan centimeter mulai dari margin paling kiri. 
Text indent at: merupakan posisi tulisan setelah angka. bisa juga disesuaikan dengan style.
6. Dengan sedikit improvisasi maka dokumen yang dihasilkan seperti ini.

(860)

Feb
29
2012

Membuat daftar pustaka secara otomatis

Banyak di antara kita kesulitan dalam penulisan daftar pustaka, terutama dalam penulisan karya tulis ilmiah ataupun tugas akhir. Beberapa mengalami kesalahan dalam penulisan yang tidak sesuai dengan format penulisan standar untuk bibliografi.
Ditambah lagi banyak format baru yang belum diketahui, seperti menuliskan sumber dari majalah, jurnal internasional, konferensi ataupun website. Banyak yang mengalami kesalahan. Pada bagian ini saya akan memberikan cara termudah untuk membuat daftar pustaka secara otomatis tanpa harus kesulitan dalam memilih format penulisannya. Selain itu, jika ada kesalahan bisa langsung diubah dengan mudah dan langsung terurut sesuai nama belakang pengarangnya.
1. Buka Ms.Word dan file yang ingin Anda tambahkan daftar pustaka. Kemudian pilih tab References – Manage Sources.

2. Akan muncul jendela Source Manager, untuk membuat sumber referensi baru klik New.. pada bagian tengah sehingga muncul jendela Create Source.

3. Isi sesuai form yang disediakan. Kemudian klik OK.

4. Pilih referensi yang Anda gunakan pada laporan Anda. Kemudian close.

5. Pilih jenis format penulisan sesuai standar yang digunakan di instansi Anda.

6. Klik Bibliography – Insert Bibliography.

7. Hasilnya akan menjadi seperti ini.

(387)

Feb
29
2012

Membuat nomor halaman berbeda dalam satu file

Banyak sekali laporan termasuk makalah maupun hingga skripsi menggunakan format 2 jenis nomor halaman. Untuk halaman awal hingga daftar isi biasanya menggunakan huruf romawi kecil, sedangkan halaman utama menggunakan angka. Beberapa mungkin kesulitan dalam mengatur penomoran halaman seperti ini. Karena Ms.Word melakukannya otomatis mulai dari halaman pertama hingga akhir. 
Ada pula yang mengatasinya dengan cara membuat di file yang berbeda, sehingga untuk membuat satu laporan saja memiliki banyak file. Sungguh merepotkan bukan?
Kali ini, saya akan menjelaskan bagaimana cara membuat dua jenis penomoran dalam satu file dokumen. 
1. Sebaiknya Anda memulai pada file baru, karena jika menggunakan file yang sudah jadi atau sudah selesai akan mengalami kesulitan dalam mengaturnya. Anda tak perlu khawatir, hanya dengan mudah melakukan copy – paste file lama ke file baru saja tanpa ada pengaturan lanjutan.
2. Buat halaman yang ditujukan untuk halaman dengan penomoran angka romawi.

3. Pilih Page Layout, kemudian pilih Break – Next Page.

4. Buat halaman untuk halaman pertama. Untuk awal, biasanya halaman kedua masih mengikuti halaman pertama.

5.Klik bagian footer pada halaman dua yang telah diberikan page number.

6. Pada tab Design, klik Link to Previous yang menyala sehingga akan menonaktifkan tautan dengan halaman sebelumnya
7. Maka tulisan Same as Previous (sama dengan sebelumnya) akan hilang di bagian footer, namun bagian header tidak.

8. Dengan ini Anda dapat mengubah format penomoran pada halaman kedua tanpa mempengaruhi halaman pertama.

(342)