Browsing articles in "Fotografi"
Apr
5
2011

Oh.. Tidaakk!!

Sepandai – pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga. Begitu pula pada sebuah kamera. Walau bentuknya begitu kokoh. Kalau yang namanya jatuh pasti ada bagian yang langsung tidak bekerja. Bagian luarnya mungkin saja lebih kuat, namun pada DSLR ada satu bagian yang benar – benar harus terjaga yaitu Shutter Curtain. Bentuknya seperti gambar dibawah ini.

(634)

Apr
1
2011

Alhamdulillah…

Inilah yang selalu saya ucapkan. Apalagi setelah pengumuman juara lomba foto Pekan Fotografi Yogyakarta 2011 di Saphir Square. Suatu hal yang memang tidak saya harapkan bisa mendapatkan juara 3 lomba foto pada sesi ke 3. Padahal saat itu saya tidak yakin kalau bisa masuk nominasi. Entah itu hadiah hiburan, apalagi bisa dapat juara 3.

Awalnya ingin menulis diblog ini tentang sisa dari PFY2011. Beberapa foto yang masuk finalis pada sesi 1 dan 2. juga beberapa foto yang saya lombakan. Ingin saya bagikan disini.

SESI 1

Inilah yang saya lombakan pada sesi pertama lomba foto Pekan Fotografi Yogyakarta 2011. Salah satu foto masuk sebagai finalis pada sesi ke 1.

SESI 2

Foto – foto gedung Saphir Square yang saya lombakan, salah satunya masuk sebagai finalis juga.

SESI 3

Sesi yang lebih sulit dari sesi – sesi sebelumnya dikarenakan arah pemotretan hanya ada satu dan penglihatan pun terbatasi. Karena jumlah peserta yang begitu banyaknya. Tidak ada satupun foto yang masuk nominasi.

SESI 4

Sesi terakhir dari seluruh lomba yang dilaksanakan sejak 19 hingga 27 Maret. Salah satu foto mendapatkan juara ke-3

Terima Kasih

Kepada Allah SWT yang telah memberikan kelancaran selama lomba, dan kepada kedua orang tua dan keluarga saya yang selalu memberikan dukungan dan semangat. Hingga bisa mendapatkan juara. Serta kepada teman – teman yang juga mendukung saya selama ini. Tak lupa kepada rekan – rekan Kelas Pagi Yogyakarta khususnya Bude Nana, Mas Berto dan Mas Gde yang sudah membagikan ilmunya secara gratis kepada saya. Juga mas HendricĀ  yang ternyata masuk nominasi di Sesi 1.. selamat ya.. :) . Tanpa mereka semua, mungkin saya tidak bisa seperti ini.

(433)

Jan
25
2011

Memilih Lensa saat Pemotretan

Sebenarnya ini adalah pengalaman saya sendiri dalam dunia fotografi. Saya hanya ingin berbagi dengan teman – teman pecinta fotografi. Terutama yang memiliki banyak lensa. Kesalahan membawa lensa dapat membuat kesulitan saat pengambilan gambar. Jika tidak ingin hal tersebut terjadi biasanya membawa semua atau sebagian dari lensa – lensa yang dimiliki. Resikonya, bawaan jadi banyak dan berat, dan repot saat mau ganti – ganti lensa. Resiko lainnya adalah dari segi keamanan sangat rawan terhadap kerusakan maupun pencurian.

Lalu, bagaimana seharusnya yang baik dan benar dalam memilih lensa. Pertama harus tahu betul apa yang ingin dipotret dan apa objek yang di potret, angle apa aja yang sekiranya akan dilakukan dan bagaimana kondisi dilapangan. Oleh karena itu, konsep sangat perlu baik di pemotretan biasa, maupun jurnalistik.

Dalam pemotretan biasa seperti fashion atau modeling. Biasanya telah memiliki konsep yang matang. Namun untuk jurnalistik biasanya memiliki sifat yang spontan dan langsung, kecuali jika sebuat liputan tentang suatu tempat atau lokasi. Seorang jurnalis harus tahu bagaimana lokasi yang akan dia liput contohnya, jika ingin memotret merapi saat erupsi tidak mungkin menggunakan lensa wide atau fisheye. kedua jika ingin memotret korban bencana atau pengungsi yang berada di pengungsian tidak mungkin juga menggunakan lensa tele. Jadi pikirkan baik – baik dan konsepkan kedalam tujuan anda. Apa lensa yang dipakai di lapangan?

(826)

Jan
15
2011

Yang Perlu Diperhatikan Dalam Membeli DSLR (terutama 2nd)

Ya.. malam minggu begini sih enaknya jalan – jalan, tapi karena diluar sedang hujan mungkin ada baiknya saya berbagi pengalaman dengan teman – teman semua. Kali ini kita akan bicara soal DSLR lagi. Bagi sebagian orang, DSLR itu mahal bahkan ada yang bilang susah. Yah.. mungkin karena tidak mengerti cara menggunakannya.

Tapi, bagi yang hobi dengan fotografi. DSLR second pun dibeli. Ada banyak alasan bagi para hobbies apalagi profesional, lebih memilih DSLR dibandingkan dengan kamera pocket. Selain lebih leluasa dalam berkarya juga meningkatkan kreatifitas dalam pengambilan foto.

Namun banyak juga alasan mengapa tidak memilih DSLR, selain karena mahal juga sulit untuk dibawa kemana – mana karena ukurannya besar (kalau seperti ini biasanya rombongan ibu – ibu darmawisata :D). Bagi teman – teman yang berencana untuk membeli DSLR baik itu buka kotak atau pun dari tangan kedua (second), ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

(1511)

Jan
7
2011

Nikon D5000 dan Nikkor 50mm f/1.4

Setelah sekian lama menginginkan lensa dengan bukaan besar. Akhirnya saya mendapatkannya dengan biaya di bawah 1 juta. Dibandingkan saya harus membeli lensa AF Nikon 50mm seharga 1,5 jtan. Terdapat banyak kelebihan dan kekurangan dalam menggunakan lensa manual pada DSLR. Salah satunya tidak ada metering (yang mendeteksi cahaya). Sehingga mengharuskan kita menjadi lebih profesional dalam memilih speed shutter dan ISO yang tepat untuk bukaan tertentu.

Selain itu, karena masih manual. Akan kesulitan bagi yang keseringan menggunakan Auto Fokus. Karena dengan lensa manual seperti ini harus jeli. Apalagi dengan bukaan yang cukup lebar, yang memiliki DOF yang sangat sempit. bahkan jika salah fokus, terkadang selisih hanya beberapa centimeter saja.

1/1000 50mm f/1.4 ISO 200

Gambar di atas menunjukkan seberapa sempitnya DOF yang dihasilkan oleh lensa Nikkor 50mm tersebut. Ada hal lain yang saya dapatkan dari lensa tersebut. Awalnya saya mengira itu adalah pengaruh dari filter. Tapi ternyata bukan, itu adalah pengaruh dari lensanya sendiri. Saya tidak tahu apa karena lensanya yang jadul atau karena bukaannya yang sangat lebar.

Ternyata itu adalah chromatic aberration / penyimpangan kromatik. Memang banyak terjadi pada lensa terutama mungkin lensa dengan bukaan lebar. Tapi tidak menutup kemungkinan pada lensa – lensa lainnya. Hal ini terjadi akibat pantulan cahaya putih dengan lensa, tidak jauh berbeda dengan bagaimana terjadinya pelangi. Karena cahaya putih merupakan pencampuran dari berbagai warna.

Menurut wikipedia, penyimpangan kromatik adalah

jenis distorsi di mana ada kegagalan untuk fokus lensa semua warna ke titik konvergensi yang sama. Hal ini terjadi karena lensa memiliki indeks bias yang berbeda untuk panjang gelombang cahaya yang berbeda (dispersi lensa). Indeks bias berkurang dengan bertambahnya panjang gelombang.

Selanjutnya bisa dibaca disini Aberration in Optical Systems.

Penyimpangan tersebut memang banyak terjadi pada lensa optik. Tapi tidak terlalu bermasalah karena dapat di atasi dengan digital processing.

(389)

Pages:«1234»