Jun
4
2015

Sadar Anti Korupsi

corruption-ACT

Korupsi memang secara tidak langsung terasa bagi masyarakat, namun Negara merasakan banyak kerugian sehingga menyebabkan terkendalanya pembangunan sarana prasarana dan infrastruktur daerah atau negara. Korupsi memang sudah menjadi kebiasaan bagi negara Indonesia. Namun kita dapat mengubahnya dari diri sendiri dan kepada organisasi pada umumnya. Dengan sadar anti korupsi kita bekerja secara amanah dengan mengingat bahwa Tuhan selalu ada diantara kita serta selalu ingat bahwa ada keluarga kita menunggu dirumah.

  1. Dampak perilaku dan tindak pidana korupsi

Dampak dari korupsi bukan hanya kepada diri sendiri tetapi ju ga kepada keluarga kita kedepannya. Hasil dari korupsi juga tidak berkah dan menyebabkan keburukan bagi diri sendiri dan keluarga terdekat. Korupsi ada dimana – mana sehingga kita perlu memiliki kejelian dalam melihatnya.

Korupsi terjadi karena adanya kekuasaan dan monopoli serta kurangnya akuntabilitas pada seseorang. Unsur – unsur dari korupsi tersebut adalah setiap orang atau korporasi dan penyelenggara negara. Adapun unsur objektif berupa janji, kesempatan, kemudahan, dan kekayaan negara.

Penyebab korupsi dari berbagai hal yaitu adanya keserakahan, kesempatan, kebutuhan dan adanya unsur ingin memamerkan sesuatu atau gaya hidup yang tinggi.

  1. Pengertian Korupsi

Korupsi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti penyelewengan atau penyalahgunaan uang negara (perusahaan) untuk keuntungan pribadi atau orang lain. Dapat kita lihat dari pengertian korupsi maka perilaku korup sangatlah merugikan bagi masyarakat atau orang banyak (negara atau perusahaan) baik secara langsung maupun tidak langsung.

  1. Tindak Pidana Korupsi

Korupsi merupakan hal yang melanggar hukum. Namun ada dua jenis korupsi yang merupakan tindak pidana dan bukan tindak pidana. Yang menyangkut tindak pidana korupsi adalah :

  1. Menyebabkan kerugian negara
  2. Penyuapan
  3. Penggelapan dalam Jabatan
  4. Pemerasan
  5. Perbuatan Curang
  6. Benturan kepentingan dalam pengadaan
  7. Gratifikasi

Selain ketujuh tindak pidana tersebut, terdapat tindak pidana lain yang merupakan tindak pidana korupsi, namun tidak secara langsung yaitu :

  1. Merintangi proses perkara korupsi
  2. Tidak memberikan keterangan secara jujur terhadap proses penyelidikan kasus korupsi
  3. Bank yang tidak mau memberikan rekening tersangka korupsi
  4. Saksi tidak mau memberikan keterangan atau memberikan keterangan palsu
  5. Pejabat yang bersangkutan tidak mau memberikan keterangan terkait kasus tersebut
  6. Saksi membuka indentifikasi pelapor kasus korupsi sehingga menyebabkan kehidupannya terancam

Korupsi pun tidak hanya terkait maslaah keuangan namun ada hal – hal lain yang dapat disebut sebagai kasus korupsi. Ada 7 jenis korupsi menurut Syed Husein Alatas antara lain :

  • Korupsi Transaktif, merupakan kesepakatan timbal balik untuk memperoleh keuntungan
  • Korupsi Ekstroaktif, dengan menggunakan paksaan atau kekerasan
  • Korupsi Inventif, melibatkan penawaran barang dan jasa
  • Korupsi Nepolistik, perlakuan khusus terhadap teman atau rekanan
  • Korupsi Autogenik, yaitu menggunakan keahliannya untuk melakukan kebohongan agar mendapatkan keuntungan
  • Korupsi Suportif, dengan mempertahankan pelaku Tipikor lain
  • Korupsi Defensif, dikarenakan keterpaksaan untuk mempertahankan diri

Dengan kita mengerti bagaimana dampak dan pengertian korupsi maka dari sanalah kita mulai niat dari dalam hati dan diri kita untuk tidak melakukan korupsi dengan ditambah semangat dari dalam diri dan keluarga sehingga menumbuhkan komitmen anti korupsi.Corruption-bribery

Dalam organisasi banyak kita melihat praktek – praktek korupsi yang menyebabkan kerugian – kerugian secara tidak langsung. Namun berhubungan langsung dengan keuangan daerah, hal ini menyebabkan banyaknya penyelewengan yang tidak pantas atau tidak semestinya terhadap keuangan daerah dan secara tidak langsung akan mempengaruhi pembangunan infrastruktur di daerah tersebut.

Dengan sadar anti korupsi maka kita memulai dari diri sendiri untuk ingat bahwa apa yang kita lakukan selalu diawasi olehNya. Selain itu juga kita harus selalu ingat bahwa ada amanah dari masyarakat kepada kita sebagai abdi negara dan abdi masyarakat.

Setelah meningkatkan integritas dalam diri sendiri, mulai perlahan – lahan mempengaruhi seluruh organisasi di tempat kerja untuk mulai sadar terhadap anti korupsi dan menumbuhkan tunas – tunas baru dalam suatu instansi dan seluruh satuan kerja perangkat daerah sehingga dapat membawa aksi baru dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Sadar anti korupsi memang perlu ditanamkan mulai dari diri sendiri dari hal – hal kecil seperti disiplin terhadap waktu hingga bertanggung jawab atas pengeluaran anggaran menggunakan keuangan daerah. Meskipun perubahan kecil namun bisa membawa perubahan yang besar bagi negara. Dengan adanya sadar anti korupsi maka akan menciptakan aparatur yang bersih dan amanah terhadap pekerjaan sebagai pelayan masyarakat. Hal ini akan membawa kita menuju Indonesia yang bebas dari Korupsi. Indonesia yang aman dan tentram dan segala pembangunannya terlaksana dengan baik dan seluruh penduduknya sejahtera tanpa ada kesenjangan sosial [inw]

(725)

About the Author:

Leave a comment

*