Mar
19
2014

Flappy Bird, Mainan Edukasi dan Gadget

Mungkin dijaman yang serba modern dan canggih saat ini banyak orang tua yang mulai mengalihkan perhatian anaknya ke perangkat gadget baik itu smartphone hingga tablet. Padahal jika ditelaah lebih dalam gadget bukanlah mainan untuk anak – anak. Seperti halnya mainan biasa. Sering kita melihat simbol 0 – 3 lalu ada gambar anak kecil dan dicoret merah. Itu berarti mainan tersebut tidak boleh dimainkan oleh anak – anak dibawah umur 4 tahun. Para pembuat mainan sudah pasti mengerti mainan apa saja dan untuk range Girls playing with smartphonemur berapa saja. Tapi beberapa orang tua mulai salah dalam membelikan mainan pada putra – putrinya.

Dalam dunia anak, setiap harinya adalah bermain dan mencoba mengembangkan apa yang ada pada dirinya termasuk inteligensi dan kreativitas. Mengapa saya bilang salah jika anak kecil umur 1 – 3 tahun diberikan sebuah gadget. Jika saya lihat (meskipun tidak didukung oleh teori apapun) anak – anak tersebut akan kekurangan kemampuan berkreasi. Awalnya saya berpikir apabila punya anak nanti mungkin sebaiknya memberikannya gadget dengan permainan edukasi. Memang gadget bisa memberikan banyak hal termasuk media pembelajaran. Namun jika diperhatikan gadget hanya membuat anak – anak merasa lebih praktis. Berbeda dengan permainan edukasi yang dijual dipasaran seperti 2D 3D puzzle, menara hanoi, rubik’s cube, lego dan sebagainya. Gadget memang memiliki banyak permainan tapi anak hanya bisa merasakan hal yang sama yaitu 2 dimensi. Meskipun permainan dalam 3 dimensi namun secara mata tampilan tersebut hanya 2 dimensi dan anak hanya menyentuh bidang datar. Tidak bisa membedakan tekstur dan bentuk melalui sentuhan.

flappyPadahal pada usia 1 – 5 tahun adalah usia dimana otak anak sedang mengalami perkembangan dan saat itulah peran orang tua harus 100% memberikan pendidikan kepada anak. Seperti yang pernah saya lihat ada sepasang orang tua di sebuah rumah sakit. Mungkin sedang menunggu panggilan check up di spesialis anak. Karena sang anak bisa dibilang agak hiperaktif maka orang tuanya pun mencoba mengalihkan perhatian anaknya pada sebuah aplikasi hp bernama Flappy Bird. Anak – anak punya rasa ingin tahu yang tinggi sehingga orang tua sulit untuk mengalihkan perhatiannya atau mungkin sang anak terlalu sering di”bentuk” memiliki dunia sendiri. Pernah juga dosen saya saat kuliah S1 berkicau di twitter mengatakan kalau anaknya lebih sibuk dengan permainan di tablet mereka. Bisa dilihat hp tablet atau apapun yang berbau teknologi baru menyebabkan anak – anak terkesan autis (maaf). Karena perlahan – lahan mereka akan mengabaikan dunia sekitar yang nyata dan semakin tenggelam ke dunia virtual yang maya.

Inilah asal mula hilangnya kreativitas anak dan remaja masa kini. Para ilmuan dahulu belum ada teknologi yang mampu mempermudah mereka sehingga mereka berusaha dan berpikir bagaimana untuk menghasilkan sesuatu yang baru. Berbeda dengan sekarang, dunia barat membuat teknologi dan kita hanya menikmatinya saja. Dari sanalah penurunan kualitas belajar anak – anak dimasa kini dan akan datang. Anak – anak akan terbiasa dengan hal praktis.

legoPilihan ini dipilih oleh orang tua karena alasan yang sama yaitu mudah dan gampang tidak perlu ribet. Hanya perlu menginstall aplikasi lalu berikan ke anak. Selain itu investasinya tidak mahal, berbeda dengan permainan lego yang 1 kotaknya saja bisa mencapai Rp. 500.000. Adapun alasan lain dari orang tua adalah takut anaknya main di tanah atau kotor. Padahal disanalah anak akan belajar dunia luar. Ini yang menyebabkan anak – anak menjadi introvert. Saya pernah melihat video di youtube. Warga barat sering sekali membawa anaknya ke alam bebas seperti berkemah, memancing, atau menelusuri hutan. Pada umur 1 – 5 tahun sebaiknya memang orang tua harus membawa anaknya ke alam sehingga sang anak bisa belajar secara langsung tidak hanya memalui media virtual seperti buku, internet maupun tv. Meskipun baik akan tetapi semua itu hanyalah kebutuhan sekunder.
Jadi, sebagai orang tua kita bisa mulai memikirkan bagaimana memilih mainan yang tepat untuk buah hati kita dan ingat ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pada mainan plastik untuk anak – anak karena beberapa mainan plastik terbuat dari plastik murah dan daur ulang yang memiliki bahan sangat berbahaya bagi anak – anak biasanya menyebabkan alergi kulit dan sangat berbahaya jika tertelan. Sebagai orang tua juga tidak sembarang membelikan mainan kepada buah hatinya. Perhatikan beberapa peringatan umur yang telah dituliskan di box mainan. Karena beberapa mainan memiliki bagian yang cukup kecil dan mudah ditelan oleh anak – anak. Mainan tidak selamanya aman. Hati – hati pula jika memiliki bagian yang tajam. Mungkin ini bisa menjadi pertimbangan bagi para orang tua masa kini.

(630)

About the Author:

3 Comments+ Add Comment

  • mohon bantuan untuk penggunaan web kpmp2t

    • sudah kamu buat belum bro?

  • mohon bantuanya mam

Leave a comment

*