Feb
24
2014

Beli Bentol = Beli Pertamax

Perbedaan-Premium-Pertamax-dan-Pertamax-PlusSemakin langkanya BBM di Kota Tarakan, membuat semakin menjamurnya pedagang bentol alias bensin botol. Bagaimana tidak, kebanyakan pedagang bentol membeli premium bersubsidi berkali – kali untuk dijual kembali dengan harga yang cukup tinggi. Jaman dulu, harga premium masih Rp.4500 per liter dan bensin eceran dihargai antara Rp.5000 – Rp.5500 tergantung lokasi penjualannya. Namun sekarang, setelah BBM mulai naik dari harga Rp.4500 menjadi Rp.6500 per liter para pedagang bentol semakin menjadi – jadi. Harga bensin per liter menjadi Rp.10.000.

Bahkan beberapa penjual nakal tidak mengisinya tepat 1 liter namun bisa dibawah dari itu, bukannya ini akan merugikan kita. Ditambah lagi mulai panjangnya antrian BBM di SPBU yang hanya ada 3 di Tarakan ini. Para pedagang – pedagang nakal inilah yang tidak bisa di atur dan mau seenaknya saja menghabiskan stok BBM bersubsidi. Saat ini pun mulai menjamur di mana – mana dan hampir setiap beberapa meter ada penjual bentol.

Pemerintah pun tak sanggup menertibkan pada pedagang bentol ini, hingga berbagai peraturan pun dibuat tapi tidak pernah diindahkan oleh mereka. Alasan klasik mereka pun selalu muncul jika pemerintah ingin menertibkan dagangannya yaitu, minta menggantikan dengan pekerjaan yang layak dan pendapatannya sama atau lebih besar dari penghasilannya berjualan bensin eceran. Inilah contoh rakyat yang malas untuk bekerja dan mau enaknya saja tanpa harus berusaha.

Memang, adanya penjual bentol memudahkan kita untuk membeli bensin jika ternyata kehabisan di tengah jalan, namun sangat disayangkan jika mereka malah menyulitkan kita. Saya pun mencoba melakukan perhitungan dari dagangan yang mereka jual dan satu – satunya cara untuk menghentikan kelakuan para penjual bentol adalah JANGAN PERNAH MEMBELI BENSIN MEREKA.

Mari kita lakukan perhitungan, mengapa saya katakan harga BENTOL = PERTAMAX.

Di Tarakan, harga bensin eceran tidak dalam satuan liter. Namun dalam satuan BOTOL. Nah itulah hebatnya di Tarakan nih. Ada banyak jenis botol yang digunakan namun yang banyak digunakan adalah botol jenis ini.

 125207_620

Menurut perhitungan, 1 liter tepat di bawah leher botol. Jadi, jika kita melihat penjual botol yang mengisi bensin jauh di bawah leher (bahkan hanya 1/2 nya) bisa jadi hanya 0,6 – 0,8 liter itupun dihargai Rp.7000 per liter. Untuk yang menggunakan botol ini tapi dekat dengan leher dihargai Rp.10000 per liter.

Lalu ada pula yang menggunakan botol aqua besar, dimana kita tahu botol tersebut berkapasitas 1,5 liter jika di isi tepat di bawah leher botol. Bensin botol ini dihargai Rp.12000 per liter.

Dari harga yang kita dapatkan di atas maka akan diketahui,

Bentol 0,6 liter = Rp 7.000
Bentol 1 liter = Rp 10.000
Bentol 1,5 liter = Rp 12.000

Harga di atas merupakan rata – rata perkiraan karena ada yang menjual tidak sampai ukurannya dan adapula yang mejual harga melebihi dari biasanya.

Bagaimana dengan pertamax? Harga pertamax per liter adalah Rp 11.000 (kurang lebih). Jika kita menggunakan ukuran bentol tadi maka akan didapatkan harga sebagai berikut

Bentol 0,6 liter = Rp 6.600
Bentol 1 liter = Rp 11.000
Bentol 1,5 liter = Rp 16.500

Kemudian, kita kurangi dengan harga bentol tadi

Harga Pertamax – Harga Bentol
0,6 liter -> Rp 6.600 – Rp 7.000 = Rp 400
1 liter -> Rp 10.000 – Rp 11.000 = (Rp 1.000)
1,5 liter -> Rp 12.000 – Rp 16.500 = (Rp 4.500)

Bisa dilihatkan, angka yang merah berarti eceran lebih murah, tapi coba dilihat lagi hanya selisih Rp 1.000 saja. Lebih baik membeli Pertamax daripada eceran kan?

Apakah masih mau membeli bentol? Apalagi kita tidak tahu apakah bersih buat kendaraan kita, karena bentol tidak di filter dan banyak sekali kotoran yang berasal dari jerigen atau tangki motor mereka. Belum lagi untuk pedagang nakal yang masih mencampurkan bensin dengan minyak tanah. Apa anda tidak sayang dengan kendaraan anda, yang tiba – tiba rusak gara – gara bentol. :)

Pikirkan sekali lagi sebelum membeli bentol ya.

(795)

About the Author:

Leave a comment

*