Nov
16
2012

Tarakan, Sejarahnya Tak Dimiliki Oleh Negaranya Sendiri

Sangat banyak dalam buku sejarah edisi cetak di Indonesia hanya menceritakan perjuangan dan perperangan yang terjadi di Jawa dan sekitarnya mulai dari Portugis, Belanda, Jepang hingga Kemerdekaan Indonesia. Namun, sangat miris melihat Indonesia sendiri tidak memiliki cerita dibalik Kota Tarakan. Salah satu kota yang menjadi pintu masuk tentara Jepang dan menjadi rebutan saat itu karena cadangan minyaknya sangat banyak.

Tak heran sejak Jepang masuk sekitar tahun 1942 hingga sekarang (2012), kota Tarakan sendiri masih memproduksi minyak bumi dan sekarang dikenal dengan kota minyak. Sejarah yang panjang dilalui oleh kota Tarakan, terlihat banyak gedung – gedung bersejarah serta bekas – bekas bunker Belanda dan Jepang yang masih tersisa. Selain itu, menara – menara minyak juga masih bertahan puluhan tahun lamanya. Rumah – rumah peninggalan Belanda yang dahulu menjadi rumah para staf pekerja di perminyakan, saat ini masih dipergunakan. Daerah Distrik 1, 4, dan 6 yang juga merupakan daerah perumahan kini disebut dengan Kampung 1, Kampung 4 dan Kampung 6.

Saya kurang tahu dengan pelajaran sejarah saat ini apakah Tarakan diceritakan dalam pelajaran atau tidak, karena selama 12 tahun saya belajar di sekolah hanya diceritakan sedikit tentang sejarah kota Tarakan di kelas 3 SMA. Beberapa saat yang lalu waktu saya masih duduk di kelas 3 SMA juga pernah ada pameran foto sejarah Belanda di Tarakan. Hebatnya, foto – foto tersebut milik pemerintah Belanda dan bukan milik Indonesia. WOW!

Saya menyukai sejarah, terutama sejarah kota Tarakan yang merupakan kota kelahiran saya. Banyak hal yang terjadi di sana termasuk dahulu pernah menjadi lautan api dan benar – benar lautan api karena seluruh minyaknya dibakar, ini cerita dari kakek saya yang merupakan saksi mata langsung kejadian saat itu dan pada saat itu penduduk disana banyak yang diungsikan ke kota terdekat seperti Malinau, Nunukan bahkan sampai ke Malaysia. Tak heran jika sebagian warga Tarakan memiliki keluarga di Malaysia.

Meski kota Tarakan tidak berbatasan langsung dengan Malaysia, namun jarak antara Tarakan dan Malaysia sangat dekat mungkin membutuhkan waktu 4-5 jam perjalanan laut ke sana dan saat ini bisa menggunakan pesawat. Banyak yang tidak tahu bagaimana perkembangan Tarakan. Mungkin karena letaknya jauh di bagian Utara Indonesia, dan jarang dibicarakan dalam sejarah. Kebanyakan teman – teman saya tidak tahu bagaimana kota Tarakan itu. Banyak di antara mereka yang menganggap kota Tarakan adalah kota terpencil, kenyataannya Pelabuhan laut dan bandara merupakan pelabuhan Internasional. Pengakuan seperti itu sangat sulit di dapatkan kecuali memang memenuhi kriteria untuk itu.

Beberapa saat yang lalu saya menemukan sebuah peta perang Belanda melawan Jepang pada tahun 1944 yang merupakan peta strategi pertahanan Belanda, namun menurut cerita pertahanan itu gagal karena rencana licik yang dimiliki oleh tentara Jepang. Di peta tersebut, Belanda melakukan persiapan pertahanan di Pelabuhan Lingkas saat ini (dahulu juga memiliki nama yang sama) dan beranggapan Jepang tidak mungkin menyerang melalui pantai Timur karena harus melewati hutan lebat namun perkiraan tersebut salah karena tentara Jepang memilih melewati pantai Timur Tarakan yang sekarang menjadi pantai Amal sampai Binalatung. Kesalahan itulah yang membuat tentara Belanda kalah karena sudah mempersiapkan pertahanan di pantai Barat atau Pelabuhan Lingkas.

Jika ingin mengetahui sejarah Tarakan mulai dari kerajaan Tarakan sepertinya lebih banyak ada di jurnal luar negeri dibandingkan dengan yang ada di dalam negeri. Ini sebuah kenyataan sebenarnya negara ini kaya namun miskin pengetahuan dan tak heran, lebih menghargai budaya luar dibandingkan budaya yang dimiliki sendiri. Semoga sejarah Tarakan mulai terlihat dan mulai terkenal di Indonesia.

(1360)

About the Author:

4 Comments+ Add Comment

  • benar…sejarah yg terlupakan…utk itulah kami mencoba berusaha membuka kembali sejarah tersebut dengan cara kami sebagai seorang onthelis (bisa di add dgn akun FB: Poetar Penggemar Onthel Tarakan)

    • wah ini dari perkumpulan ontel tarakan ya… bagus itu… mengembalikan ingatan kita kepada sejarah dan jangan melupakan begitu saja. Kakek saya saksi hidup yang masih bisa menceritakan keadaan sejarah di tarakan sekitaran tahun 1930-1960 saat penjajahan jepang dan australia termasuk penyerangan Jepang ke Tarakan.Termasuk juga saat kejadian Tarakan membara (lupa pada tahun berapa) dimana seluruh penduduk di ungsikan ke daerah terdekat diluar tarakan.

  • Mungkin menarik kalau kita teliti sejarah kota tarakan broe. Selain untuk menambah wawasan tentang masa lalu kota tarakan, kita juga mencoba menyelami identitas masa lalu kota ini.

    • setuju juga apalagi ada dukungan dari pemkotnya juga…. semoga pemuda Taeakan bisa lebih memperhatikan hal hal seperti ini

Leave a comment

*