Nov
14
2012

Wisata Outdoor, Pilihan Tepat Untuk Rekreasi Bersama Keluarga

Sebentar lagi akan ada liburan panjang mulai esok hari (15/11) sampai hari Minggu (18/11) terutama bagi PNS dan karyawan swasta yang diberikan libur hari Sabtu dan cuti bersama pada hari Jumat. Wisata outdoor bisa menjadi pilihan yang menyenangkan bersama keluarga. Banyak sekali wisata outdoor, tapi saya lebih menekankan pada wisata bertema alam seperti pantai, hutan atau kebun binatang dan taman safari.

Pagi ini, kebetulan ada kesempatan jalan – jalan dengan keluarga pak Kholis (sori bro.. terkesan tua ya :D). Sungguh menyenangkan jika sudah punya anak dan istri, kebanyakan yang mengunjungi tempat wisata tersebut adalah anak sekolah serta keluarga baru yang punya anak berumur beberapa bulan hingga 5-7 tahun. Liburan ditempat wisata seperti kebun binatang membawa kita merasakan indahnya alam dan mengetahui beberapa hal yang tidak kita ketahui di alam apalagi kita terlalu sibuk di kantor dan di kota. Udara AC dan polusi jalan raya membuat pikiran suntuk dan kurang fresh. Namun inilah saatnya untuk me-refresh pikiran tersebut :).

Adakah pilihan lain? Ada banget, bisa juga memilih untuk mencoba outbound bersama keluarga, atau berkunjung ke penangkaran hewan langka sehingga bisa langsung berinteraksi dan membantu rehabilitasi hewan – hewan yang terancam punah di bumi. Selain itu bagi yang punya anak seusia TK maupun SD juga bisa di ajarkan untuk hidup peduli dengan alam dengan bersama – sama membersihkan alam, pantai, hutan atau lingkungan sekitar serta mengajarkan mereka untuk selalu membuang sampah pada tempatnya dengan begitu akan membuat mereka peduli terhadap alam.

Pergi ke hutan juga pilihan yang tepat, mengadakan camping keluarga di hutan bisa memberikan kedekatan bersama keluarga dan mengajarkan bagaimana hidup di alam bebas. Hal ini akan membiasakan anak – anak untuk bisa berintegrasi dengan alam dan menghangatkan hubungan kekeluargaan. Tepat sekali untuk mengisi liburan panjang ini. Tak heran sering kita lihat di film – film Amerika yang terkadang ada scene tentang keluarga yang bepergian keluar dan mengadakan camping di hutan.

Pantai juga bisa menjadi pilihan lain terutama bagi anda yang tinggal jauh dari pantai. Terlalu penat dengan hiruk pikuk kota dan ingin merasakan indahnya dan segarnya aroma air laut. Menginap di pantai juga bisa menjadi pilihan, namun harus mengetahui kondisi cuaca sekitar. Biasanya, sunrise dan sunset menjadi momen yang paling ditunggu – tunggu saat di pantai, ketahui juga letak matahari pada tanggal – tanggal tersebut apakah lebih menjorok ke laut atau mungkin tidak.

Banyak lagi tempat – tempat lain yang layak untuk dikunjungi bersama keluarga dan yang jelas harus sesuai dengan kemampuan (maksudnya jangan yang berat – berat seperti mendaki gunung dengan anak usia 20 bulan atau snorkling dengan anak 2 tahun kecuali kalau mampu :).

Beberapa hal juga harus dipersiapkan dan diperhatikan yaitu :

1. Pertimbangkan cuaca esok hari
Di alam, kita tidak tahu apa yang akan terjadi besok dan ancaman dari cuaca bisa terjadi kapan saja. Selalu update masalah cuaca di daerah wisata tersebut. Jika cuaca lebih sering hujan, pilihan untuk mengunjungi hutan dan pantai sebaiknya diganti dengan taman safari atau kebun binatang.

2. Sediakan hal – hal yang tak terduga
Maksudnya di sini adalah makanan tambahan dan cadangan, meskipun kita tidak menginginkan hal buruk terjadi namun dengan menyediakan makanan cadangan bisa membantu apabila mungkin tersesat atau terjebak di hutan. Jika hanya pergi ke kebun binatang atau tempat wisata lain seperti pantai, selalu menyediakan pakaian ganti dan payung apabila ternyata cuaca memang sudah masuk musim penghujan seperti saat ini. Meskipun agak berat membawanya namun, bisa membantu jika suatu saat hujan benar – benar terjadi. Sediakanlah juga MediKit atau P3K terserah semampunya membawa, entah itu kecil atau besar asalkan bisa membantu.

3.  Charge semua perangkat elektronik dan sediakan cadangan baterai
Ini perlu apalagi berlibur di alam bebas seperti di hutan yang jauh dari keramaian. Jika nanti mengajarkan anak – anak untuk tidak bermain gadget, bisa dengan mematikan semua perangkat gadget dan bisa menghemat baterai jika terjadi hal – hal yang tidak diinginkan seperti kecelakaan contohnya. Sebaiknya punya keanggotaan di Radio Amatir untuk memudahkan penggunaan radio HT dalam keadaan darurat karena terkadang sinyal HP tidak dapat mencapai daerah tersebut.

4. Patuhi setiap rambu dan larangan yang ada
Penting jika berlibur di alam bebas, biasanya tempat camping sudah memberikan banyak rambu – rambu dan larangan bagi para pengunjungnya. PATUHILAH! karena semua itu demi keselamatan bersama. Pada umumnya berisi larangan membuang sampah sembarangan, dan beberapa tempat lain ada pula larangan menyalakan api karena kondisi lokasi yang kering dan mudah terjadi kebakaran. Beberapa tempat wisata seperti air terjun dan sungai biasanya jarang tersedia rambu – rambu karena jika dilarang masuk area tersebut bukan wisata namanya. Namun hanya dari diri sendiri bagaimana membatasi bermain di area tersebut karena sudah pasti sangat berbahaya. Bahaya terpeleset, jatuh, tenggelam, pingsan dan terbentur batu sudah menjadi kecelakaan yang sering terjadi di wisata air terjun.

Di pantai juga banyak sekali larangan, jika terdapat tulisan DILARANG BERENANG sebaiknya tidak melanggarnya karena bahaya tertarik ombak dan tenggelam serta hewan buas dan berbisa sering terjadi di pantai. Apabila anda ingin berenang di pantai sebaiknya mencari pantai yang membolehkan anda berenang. Banyak pantai dan laut dangkal yang bisa menjadi pilihan seperti Karimun Jawa, Lombok, Pulau Derawan atau Manado dan Raja Ampat.

5. Ketahui dan pelajari lingkungan
Sebelum berwisata ke alam bebas, sebaiknya melakukan survei termasuk penginapan terdekat (meskipun ingin camping) sampai biaya parkir dan akses masuk terbaru. Sebagai referensi dalam mempersiapkan budget dan jumlah persediaan makanan selama wisata. Terlalu banyak atau terlalu sedikit bisa menjadi masalah.

6. Siapkan nomor telpon keluarga terdekat dan nomor – nomor penting
Bahaya bisa saja mengancam dan terjadi kapan saja, meski kita tidak mengharapkan hal tersebut terjadi namun persiapan juga perlu. Jangan anggap remeh hal kecil seperti ini, sediakanlah selalu nomor – nomor telepon penting seperti polisi, rumah sakit, pemadam kebakaran dan SAR untuk kemudahan. Selain menyimpannya dalam memori ponsel, sediakan pula dalam bentuk kertas tertulis dan simpan di berbagai saku bawaan serta saku celana dan baju sebagai backup.

7. Pelajari sandi – sandi dan cara bertahan hidup di alam
Meskipun level keluarga tapi ini bisa diajarkan ke anak – anak saat mengadakan camping. Dengan belajar dan mengajarkan sandi – sandi seperti morse, bendera, serta kode petunjuk jalan dengan tumbuhan dan batu akan membantu dalam memberikan informasi pertolongan dan bantuan. Cara bertahan hidup di alam juga perlu terutama dalam managemen makanan dan minuman serta memilih tumbuhan yang aman untuk di makan.

Beberapa poin tersebut berdasarkan pengalaman saya dan teman – teman, mungkin ada beberapa tambahan lagi yang belum saya ketahui jika ingin berwisata di alam. Sebaiknya selalu waspada. Selamat berlibur.

(581)

About the Author:

Leave a comment

*