Apr
5
2011

Oh.. Tidaakk!!

Sepandai – pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga. Begitu pula pada sebuah kamera. Walau bentuknya begitu kokoh. Kalau yang namanya jatuh pasti ada bagian yang langsung tidak bekerja. Bagian luarnya mungkin saja lebih kuat, namun pada DSLR ada satu bagian yang benar – benar harus terjaga yaitu Shutter Curtain. Bentuknya seperti gambar dibawah ini.

Shutter curtain sendiri terletak dibelakang mirror yang hanya bisa terlihat jika anda mengangkat mirror kamera anda (kalau berani) terkadang kamera sudah memberikan fasilitas untuk mengangkat mirror tersebut. Agar dapat membersihkan sensor.

Bagian ini yang mengatur kecepatan rekaman gambar yang diambil oleh kamera. Bagian ini sangat sensitif dan mudah rusak atau robek. Tak heran jika beberapa kamera second dijual dengan menyebutkan jumlah Shutter count nya. Hal itu dikarenakan setiap kamera memiliki jumlah maksimal shutter count yang berbeda – beda. Tapi masih belum diketahui apakah jika melewati batas tersebut, shutter curtain akan rusak atau tidak.

Berikut cara kerja dari shutter curtain

Karena begitu sensitifnya. Benturan yang terjadi pada kamera bisa menyebabkan bagian ini koyak atau rusak. Tingkat kerusakannya tergantung seberapa kuat kamera itu terjatuh atau terbentur. Seperti yang ayah saya katakan. Mengurus DSLR/SLR itu sama sulitnya dengan mengurus bayi. Bahkan lebih sulit lagi. Tapi biayanya seperti mengurus orang tua. (kata ayah saya loh.. :P)

Bagi para newbie atau pemula. Sebaiknya harus lebih berhati – hati dalam menggunakan maupun menyimpan kameranya. Jangan sampai terjatuh atau terbentur. Juga jangan sekali – kali mengutak – atik bagian sensor maupun shutter curtain. Kecuali memang sudah mengerti cara membersihkan sensor. Karena kesalahan sedikit bisa berakibat fatal dan menghanguskan garansi. :)

(630)

Leave a comment

*