Mar
6
2011

Gadget.. Primer atau Sekunder?

Perkembangan teknologi saat ini sudah semakin maju. Beberapa gadget yang baru saja dirilis sudah mulai tersingkirkan oleh versi keluaran terbaru dengan fitur – fitur yang lebih menarik. Semua itu sesuai dengan kebutuhan pengguna dan konsumen produk.

Tapi, jika melihat dari fungsionalitasnya sendiri. Apakah gadget tersebut merupakan barang primer atau sekunder? atau bahkan tersier? Mungkin bisa menjadi pertimbangan jika ingin memilikinya.

Elektronik dan Manusia

Setelah revolusi industri, mulai banyak penggunaan barang elektronik di dunia. Yang saat ini sudah mulai menyatu dengan diri manusia sendiri. Bahkan ada yang ditanam di dalam tubuh manusia. Sebuah kenyataan yang tidak bisa dipungkiri lagi.

Kebutuhan akan barang elektronik sebagai pembantu manusia dan penghibur saat ini sangat tinggi. Bahkan listrik padam/ tidak ada listrik selama 15 menit saja dapat mempengaruhi produktifitas dan kegiatan manusia sendiri. Tak heran, saat ini seperti men-“dewa” kan barang – barang elektronik. Yang menyebabkan pasokan dan kebutuhan listrik semakin tinggi di dunia.

Bisa jadi, sebut saja smartphone atau ponsel pintar. Apakah pemiliknya lebih pintar dari ponselnya atau sebaliknya? Tapi ini adalah kenyataan. Selain itu, fitur yang diberikan gadget saat ini sudah sangat bervariasi. Dan selalu update, dimana akan ada pembaruan bentuk, fitur dan teknologi.

Tak heran jika produk hanya diproduksi secara terbatas. Karena kebutuhan manusia yang berbeda dan selalu ingin lebih (tidak pernah puas) menyebabkan produsen harus mengikuti kebutuhan mereka. Tapi tidak sebanding dengan bagaimana manusia menggunakan gadget itu sendiri.

Contoh kecil saat ini, penggunaan ponsel pintar BlackBerry yang menjadi tren di masyarakat. Pertanyaannya, apakah ponsel tersebut memenuhi kebutuhan primer kita seperti SMS, Chat, Internet dan Telepon? Ya, sangat memenuhi (bagi sebagian besar pengguna Blackberry yang menggunakannya untuk pekerjaan) karena bisa push mail dan sebagainya. Tapi seiring berjalannya waktu. Tren tersebut menjadi gaya hidup. Dimana memiliki ponsel mahal menjadi penilaian tersendiri antar manusia.

Padahal mungkin saja hanya menggunakan ponsel tersebut untuk SMS, Chat, Telpon dan social networking. Kalau seperti itu, mungkin akan berbeda lagi. Memiliki gadget untuk memenuhi gaya hidup bukanlah sebuah kebutuhan primer tapi tersier.

Sangat disayangkan jika memiliki ponsel pintar tapi pemilik tidak sepintar ponselnya. Suatu saat nanti akan tergantikan oleh ponselnya sendiri. Bahkan 1 menit tanpa ponsel tersebut serasa ingin mati. (mungkin). Ketergantungan itulah yang menyebabkan tidak kreatifnya jiwa remaja saat ini.

Kreatifitas dan Gadget

Kreatifitas muncul dari adanya kebutuhan yang tidak dapat dipenuhi oleh apapun di dunia ini. Sehingga muncul suatu ide dimana ide tersebut belum ada sebelumnya. Dan dengan kreatifitas yang memunculkan ide baru itu, akan terbentuk suatu barang atau teknologi terbaru yang berguna bagi dirinya dan orang lain pada umumnya.

Berbeda dengan saat ini, kreatifitas hanya dimiliki oleh para developer dan orang-orang pintar dan kreatif di luar sana. Di sini, para remaja hanya bisa menerima jadi hasil kreatifitas tersebut.

Gadget selalu diperbaharui. Tapi, apakah harus selalu membelinya? Tidak, tidak perlu serepot itu. Gadget memiliki fasilitas update firmware. Jika tidak, cobalah untuk lebih kreatif lagi. Manfaatkan yang sudah ada dan maksimalkanlah penggunaannya.

Tidak perlu harus repot membeli produk keluaran terbaru yang hanya memuaskan keinginan sesaat tapi tidak selamanya. Gunakan biaya tersebut untuk hal lain yang lebih berguna. Pikirkan, kreatif, dan maksimalkan.

Pemilik teknologi saat ini telah memberikan jembatan kepada jiwa – jiwa kreatif untuk ikut serta dalam membuat dan memunculkan karyanya di masyarakat. Jangan pernah kecewa jika tidak ada aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Buatlah sendiri, belajar, dan semua itu tidak lah sulit jika ingin berusaha keras. Keuntungan lain, hasil karya terebut akan menjadi pemasukkan sendiri untuk kantong anda. Lumayan bukan?

Primer? atau Sekunder?

Harus bisa menjadi pertimbangan yang benar – benar matang jika membeli gadget. Karena gadget yang dibeli saat ini akan tergantikan dengan versi terbaru di masa yang akan datang dan itu tidak lama. Jadi berikanlah nilai untuk kebutuhan tersebut.

Sebelumnya kita perlu tahu, untuk apa gadget tersebut. Sesuai kah dengan kebutuhan saat ini? Atau untuk apa membelinya saat ini?

Banyak pertanyaan yang harus ditanyakan kepada diri sendiri sebelum membelinya. Jangan sampai barang tersebut hanya memenuhi gudang di rumah dan tidak digunakan lagi.

Sebuah contoh dalam kehidupan sehari – hari. Penggunaan ponsel untuk apa? sekedar SMS dan telpon. Atau untuk bisnis dan pekerjaan. Maka kebutuhan fitur, teknologi dan fungsinya akan berbeda – beda. Jika sekedar SMS dan telpon, mungkin cukup hanya ponsel monokrom dengan layar kecil. Yang penting pulsa yang terisi 5 juta. Daripada ponsel mahal tapi tidak ada pulsanya.

Memiliki ponsel mahal juga menarik orang untuk berbuat jahat. Dirampok, dicuri, dicopet. Bisa menjadi opsi bagi para penjahat. Namun jika punya ponsel biasa tetapi memiliki isi hingga 5 juta. Tidak ada yang menyadarinya bahkan mengetahuinya, kecuali mengecek pulsanya terlebih dahulu.

Contoh lain, membeli komputer atau laptop dengan harga mahal. Sesuaikah dengan kebutuhan? Jika anda seorang desainer dan membutuhkan komputer yang powerful. Tidak akan menjadi masalah. Karena biaya tersebut akan tergantikan oleh hasil desain yang anda buat walau dalam waktu yang agak lama.

Berbeda jika hanya menggunakannya untuk memainkan musik dan video saja. Tidak ada manfaat yang produktif dari barang tersebut. Akan sangat percuma membeli barang mahal tersebut, alias mubazir.

Konklusi

Tahan keinginan dan mencoba untuk puas dengan apa yang dimiliki. Itu yang seharusnya ada dalam diri manusia. Jangan pernah melihat keatas, tapi lihatlah sekitar anda. Orang – orang yang tidak memiliki semua itu.

Mereka masih bisa hidup, masih memiliki hiburan, masih memiliki rasa yang cukup puas dengan apa yang mereka miliki saat ini. Kenapa kita harus memuaskan diri dengan menghabiskan uang? untuk barang yang hanya menjadi sampah?

Jika telah memilikinya, syukurilah. Itu hanya titipan. Bukan milik sendiri walaupun anda membelinya dengan uang hasil kerja anda. Manfaatkan semaksimal mungkin gadget yang anda miliki. Karena dengan memaksimalkannya maka akan menjadi lebih berguna dibanding harus menggantinya dengan produk baru.

Kreatif dalam hidup. Tidak puas dengan apa yang ada. Kreatiflah, keluarkan ide baru untuk anda. Buat sesuatu yang lebih berarti dan berguna bagi anda sendiri maupun orang lain. Tidak ada kerugian dari kreatifitas tersebut, yang ada kepuasan yang sangat tinggi dengan hasil karya yang anda ciptakan sendiri.

Jangan pernah mengatakan gadget yang anda miliki primer jika tidak dapat menghasilkan sesuatu yang berarti dan bermanfaat bagi anda, dan orang lain pada umumnya. Karena jika gadget tersebut hanya untuk anda pribadi. Bukanlah sebuah kebutuhan primer

Jadi, primerkah gadget yang anda gunakan saat ini? atau sekunderkah? pikirkan sebelum membelinya. Manfaatkan uang anda untuk hal – hal yang lebih berguna dan bermanfaat.

(555)

Leave a comment

*