Dec
30
2010

Memilih DSLR…

Kamera DSLR berbeda dengan kamera poket biasa. Hal ini disebabkan fitur yang diberikan pada DSLR lebih banyak dibandingkan fitur – fitur kamera poket. Selain itu, DSLR memilki harga yang cukup mahal yaitu diatas kisaran harga 3 juta hingga 30 juta. Belum lagi aksesori tambahan dan lensanya yang memiliki kisaran harga 500 ribu hingga 200 juta lebih. Lumayan mahal bukan. Tapi bagi mereka yang memang hobi atau bahkan merupakan pekerjaan. Harga tersebut bukan masalah bagi mereka dibanding dengan hasil yang mereka dapatkan.

Mendapatkan gambar yang indah dari sebuah DSLR merupakan kebanggaan seorang fotografer. Apalagi jika gambar tersebut memiliki nilai ual yang tinggi. Bagi fotografer jurnalistik, gambar yang bermakna dan penuh arti dan berhasil masuk dalam media nasional bahkan internasional adalah sebuah kebanggaan. Beda pula fotografer fashion, setiap konsep yang dibuat dan menarik bagi klien, menjadi batu loncatan untuk mendapatkan penghasilan tambahan dari dunia fotografi.

Ada satu hal yang membuat saya mengerti bahwa semua itu bukan berakar dari kehebatan kameranya, bukan dari mahalnya lensa yang digunakan. Tapi semua berasal dari fotografer itu sendiri. Man behind the gun. Itulah yang dikatakan teman fotografer saya, mas Berto. Semua itu tergantung dari yang menggunakan kamera.

Bagaimana memilih DSLR?

Bagi yang sudah berpengalaman pasti tahu dan mengerti mana kamera yang bagus dan tidak. Tapi bagi saya setiap kamera memiliki kelebihan dan kekurangan, baik dari segi harga, kualitas gambar, warna yang dihasilkan, hingga fiturnya. Saya tidak membicarakan soal merk. Karena setiap merk memiliki kelebihan juga kekurangan. Selain itu, saya juga tidak memilih merk, tetapi memilih DSLR.

Berikut tips yang bisa saya berikan.

  1. Bagi pengguna awam, atau pemula. Sebaiknya memilih kamera yang sesuai dengan budget. Jangan terlalu tergiur dengan fitur yang diberikan karena tidak semua fitur bisa digunakan semaksimal mungkin.
  2. Lihat spesifikasi dari kamera pilihan anda. Jangan sampai mengecewakan anda di kemudian hari. Seperti ISO dan sensor yang digunakan.
  3. Ada rupa ada harga. Setiap kamera murah pasti memiliki hasil yang kurang maksimal. Tapi bukanlah suatu hambatan bagi kita yang ingin belajar.
  4. Sering – seringlah berkumpul dengan teman – teman fotografi. Untuk menemukan pilihan kamera yang sesuai dengan anda.
  5. Kamera layaknya senjata, dimana setiap orang pasti memiliki persepsi berbeda dengan anda jika berbicara soal kamera yang digunakannya.
  6. Kembali ke hati anda. Sesuaikan dengan budget. Dan kebutuhan anda.

Terkadang dikemudian hari kita menginginkan kamera yang lebih powerful. Tapi ingat kata-kata saya di awal. Man behind the gun. Tahan dulu keinginan anda, kecuali itu merupakan kebutuhan yang tidak dapat diganggu gugat. Dan merupakan kebutuhan pekerjaan anda.

Sebuah tambahan bagi saya, (hal ini terjadi pada teman saya) sebelum membeli kamera haruslah memikirkan kedepannya. Untuk apa kamera tersebut? foto model atau landscape? karena terdapat beberapa kamera yang bagus untuk model namun kurang bagus untuk landscape. Adapula yang bagus untuk landscape namun kurang bagus untuk model.

Juga perlu dipertimbangkan, beberapa kamera memiliki auto focus motor di body-nya. namun ada juga yang tidak. Auto focus motor inilah yang membuat kamera menjadi mahal. Tapi bukan hanya kamera, lensa yang memiliki auto focus motor juga memiliki harga yang relatif mahal.

Kembali ke anda sendiri. Kamera mahal lensa murah atau Kamera murah lensa mahal. :)

(759)

2 Comments+ Add Comment

  • w cariin mama…..

    • cariin apaan?

Leave a comment

*