Dec
9
2010

Keutamaan Bangun Pagi

Berhati-hatilah dari terpaan rasa kantuk dan berusahalah tidak tdur pada ruas waktu setelah Subuh hingga terbitnya matahari.  Para salafushalih sangat tidak menyukai tidur pada waktu itu.

Ibnul Qayyim Al Jauziyah dalam Madarijus Salikin menyebutkan

“Di antara tidur yang tidak disukai menurut mereka ialah tidur diantara shalat subuh dan terbit matahari, karena ini merupakan waktu untuk memperoleh hasil bagi perjalanan ruhani, pada saat itu terdapat keistimewaan besar, sehingga  seadainya mereka melakukan perjalanan (kegiatan) semalam suntuk pun, belum tentu dapat menandinginya.”

Duduklah berzikir setelah subuh hingga matahari terbit adalah sunnah.  Dari Abu Umamah Ra dikatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda

“Barangsiapa  yang sholat subuh berjamaan kemudian duduk berzikir kepada Allah sampai terbitnya matahari, kemudian berdiri sholat dua rakaat, maka ia memperoleh pahala haji dan umrah.”

Waktu ba’da subuh hingga terbit matahari adalah waktu pernuh barakah yang seharusnya benar-benar dipelihara oleh setiap mukmin.

“Peliharalah waktu itu dengan mengisinya melalui tilawatul Qur’an satu juz dalam satu hari, berdzikir atau menghapal. Inilah yang dilakukan Rasulullah SAW selesai menunaikan shalat subuh, bahwa ia duduk di tempat shalatnya hingga terbit matahari” (HR. Muslim)

Imam At-Tirmidzi meriwayatkan sebuah hadis dari Anas bin Malik dari Rasulullah, bahwa beliau bersabda ;

“Barangsiapa shalat fajar berjamaah di masjid, kemudian tetap duduk berdzikir mengingat Allah, hingga terbit matahari lalu sholat dua rakaat (Dhuha), maka seakan-akan ia mendapat pahala haji dan umrah dengan sempurna, sempurna, dan sempurna.” (Diriwayatkan Shahih oleh Al-Albani).

Sumber : 24 Jam bersama Orang-Orang Shalih di Bulan Ramadhan. Tarbawi.   Edisi 118 Th.7 13 Oktober 2005.

http://galerybaca.blogdrive.com/archive/22.html

(488)

About the Author:

Leave a comment

*