Dec
3
2010

Makan dengan menggunakan sumpit.

Makan dengan menggunakan sumpit bagi orang Indonesia sangatlah sulit, jarang sekali penduduk Indonesia makan menggunakan sumpit. Kecuali makan mie ayam. Biasanya warung mie ayam menyediakan sumpit untuk makan. Mungkin kemampuan kita hanya menggunakannya saat makan mie.

Keisengan saya pun mulai. Sejak dulu pengen banget pakai sumpit buat makan. Tapi dibelikan sumpit dari bambu yang sebenarnya hanya sekali pakai (karena jika dicuci akan terlihat seperti berjamur). Mau cari yang terbuat dari plastik, sampai sekarang belum ketemu. Dan akhirnya, hasil dari browsing di internet. Saya mendapatkan penjual sumpit stainless. Wow..

Keren memang, berbeda dengan sumpit yang terbuat dari kayu maupun bambu apalagi plastik. Saya pun memesannya dan dalam waktu singkat, barang itupun sampai. Mulai deh eksperimen pertama, makan mie dengan sumpit stainless. Apakah yang terjadi? Ternyata sumpitnya licin. 😀

Tapi tidak berhenti sampai di sana, saya pun iseng makan nasi dengan sumpit. Wah, tidak begitu sulit bagi saya. Selain karena nasinya agak lengket. Juga memang benar – benar mudah layaknya menggunakan sendok. Dengan catatan, jangan pernah memberi kuah di nasi tersebut.

Selain itu juga, beberapa tutorial menggunakan sumpit saya dapatkan di Youtube. Terutama bagaimana menggunakan sumpit untuk mengambil nasi. Karena itu yang tersulit.

Bagi yang mengerti table manner, mungkin terlihat ribet. Tapi untuk beberapa daerah di Asia timur. Table manner untuk sumpit ini berlaku. Beda dengan kita makan menggunakan sendok terkadang melanggar table manner.

Etiket yang berlaku secara universal dalam menggunakan sumpit:

  • Sumpit biasanya tidak ikut diayun-ayunkan bersama gerakan tangan ketika sedang berbicara, dipukul-pukulkan ke meja atau digunakan untuk mendorong piring dan mangkok.
  • Sumpit biasanya tidak dipakai untuk memilih-milih apalagi mengacak-acak makanan di piring lauk, dan makanan dilarang dikembalikan lagi kalau sudah diambil.
  • Sumpit biasanya tidak digunakan untuk menusuk makanan seperti ketika menggunakan garpu, walaupun boleh saja digunakan untuk membelah sayur-sayuran atau kimchi yang masih berukuran besar.
  • Sumpit biasanya tidak diletakkan begitu saja di atas meja, melainkan di atas serbet, di atas sandaran sumpit atau di atas mangkok.
  • Di Tiongkok dan Jepang, sumpit dipegang di bagian tengah dan digunakan secara terbalik (bagian pangkal sumpit dijadikan bagian ujung sumpit) sewaktu memindahkan makanan dari piring makanan ke mangkuk nasi tapi bukan ke mulut. Di Korea cara memindahkan makanan dengan bagian pangkal sumpit justru dianggap tidak higienis.
  • Mangkuk nasi boleh-boleh saja diangkat sampai ke depan mulut, tapi di Korea mangkok nasi harus tetap berada di atas meja.
  • Sumpit dianggap tabu untuk ditusukkan berdiri di dalam mangkok berisi nasi karena menyerupai hio yang dinyalakan untuk mendoakan arwah orang yang meninggal. (sumber: wikipedia)

Nah, ternyata banyak juga. Dan bahkan setiap negara memiliki etika yang berbeda dalam menggunakan sumpit. (kalau kita bagaimana?)

Ada hal lain yang menarik buat saya. Ternyata, disetiap negara yang menggunakan sumpit itu memiliki jenis dan bentuk serta aturan yang berbeda-beda.

Keterangan foto: (dari atas ke bawah)

Sumpit plastik dari Taiwan, sumpit porselen dari China, sumpit banbu dari Tibet, sumpit dari batang palm dari Indonesia (model orang Vietnam), sumpit stainless datar dari Korea (+ sendok), 1 set sumpit berpasangan (pria dan wanita) dari Jepang, sumpit anak – anak dari jepang , dan sumpit sekali pakai (waribashi) (dalam bungkus).

NB: Jika belum cukup umur mohon tidak untuk mengikuti keisengan saya. 😀 (berakibat memegang sendok dan garpu dengan 1 tangan layaknya sumpit)

(1040)

Related Posts

About the Author:

Leave a comment

*