Nov
18
2010

Foto satelit Merapi

Setelah Merapi meletus pada 26 Oktober 2010. Dan sampai saat ini 19 November 2010 statusnya masih awas karena masih ada asap sulfatara yang keluar dari puncak merapi. Walaupun guguran dan gempa vulkanik serta awan panas telah mulai berkurang.

Sebagian wilayah sudah diturunkan radiusnya (sebelumnya 20 KM setelah awan panas menerjang desa Argomulyo, Sleman pada 5 November 2010) yaitu Magelang menjadi 15 KM, Klaten dan Boyolali menjadi 10 KM. Namun untuk daerah dekat sungai yang berhulu di Merapi masih 20 KM dari puncak dan 300 m dari bibir sungai (berlaku semua wilayah).

Karena statusnya yang masih awas, dan tidak mungkinnya kita (yang bukan relawan) untuk masuk ke daerah rawan awan panas tersebut menyebabkan rasa ingin tahu keadaan di sana cukup tinggi. Seberapa besar kerusakan dan sampai mana kerusakan akibat awan panas menjadi pertanyaan dalam hati.

Namun apa daya, hanya bisa melihat berita di TV dan Internet serta koran. Masuk ke sana, bagai masuk ke kandang macan. Hal ini yang membuat saya iseng dan akhirnya menemukan sebuah foto yang di share oleh Digital Globe di flickr.

Terlihat perbedaan warna di daratan, warna merah adalah vegetasi dan warna abu-abu adalah wilayah yang telah terkena awan panas serta wilayah yang tidak ada vegetasi (bisa berupa rumah).

Dari foto tersebut bisa terlihat bagaimana awan panas melalui Kali Gendol, yang merupakan Kali (sungai) terbesar berhulu di Merapi. Melalui Kali itulah, awan panas menghancurkan desa Argomulyo.

Bisa dibayangkan betapa besar kerusakan yang terjadi di sana sampai pada radius yang begitu jauh. Foto ini diambil 11 November 2010.

gambar: courtesy Digital Globe

(755)

2 Comments+ Add Comment

  • Semoga masalah ini cepat selesai dan terkendali. Sudah banyak korban yang berjatuhan.

    • Alhamdulillah sudah mulai terkendali. Semoga para korban tabah

Leave a comment

*