Oct
26
2010

Review Nikon D5000

Nikon D5000 merupakan kamera entry level yang sesuai untuk fotografer pemula juga profesional. Dengan harga dikisaran 5,8jt – 6jt itu tidaklah terlalu tinggi dibandingkan dengan fitur-fitur yang diberikan didalamnya. Dengan sensor terbaru CMOS, harga produksi bisa lebih ditekan dan dapat menambahkan fitur lain. Saya akan sedikit me-review kamera ini. Seluruhnya merupakan pendapat saya dan berbeda dengan pendapat dari orang lain.

Review ini merupakan pandangan 1 sisi, dan tidak dapat dijadikan acuan untuk memilih dan membeli kamera. Semua tergantung dari diri masing – masing fotografer.

Kelebihan yang dimilikinya yaitu memiliki LCD swivel dan memiliki fitur live view. Dibandingkan dengan kamera yang memiliki fitur serupa. D5000 memiliki view yang lebih luas dan lebih bebas. Karena LCD nya yang dapat di putar kesegala arah.

Interface-nya pun sangat mudah bagi para fotografer pemula yang baru belajar fotografi. Hanya saja, banyak fitur yang tersembunyi di dalam membuat pengguna sedikit kesulitan. Beberapa fungsi juga digunakan dengan kombinasi tombol.

Selain itu, mungkin karena saya baru pertama kali menggunakannya, untuk mengatur shutter speed dan diafragma agak sulit dengan menggunakan jempol, karena tangan tidak mengenggam kamera dengan solid. Hal ini dikarenakan ibu jari yang paling utama digunakan untuk menahan kamera. Namun, terdapat keuntungan pada tombol on-off, yaitu berada di tombol shutter. Hal ini membuat saya lebih cepat menyalakan kamera jika ada momen, sehingga tidak terlalu banyak momen yang terlewatkan.

Ada kekurangan yang terdapat di kamera ini yaitu letak beberapa tombol di sebelah kanan. Saya menyadari terdapat kesulitan disaat melihat hasil foto dan melakukan setting pada menu informasi, contohnya seperti ingin mengubah ISO, pengaturan shutter, dan lain sebagainya.

Kamera ini memiliki 11 titik fokus, dan 11 titik spot metering hal ini sangatlah memudahkan kita untuk melakukan pengambilan gambar. Auto focus bekerja secara otomatis, sehingga jika kita melakukan pergeseran arah kamera yang membuat perubahan posisi titik fokus. Maka mesin autofocus yang berada di dalam lensa langsung bergerak untuk melakukan fokus ke arah yang telah ditandai.

Kekurangan pada autofocus kamera ini adalah pada saat malam hari atau jika objek yang di foto tidak terdeteksi dengan baik (seperti langit). Sistem autofocus akan kesulitan mencari kondisi fokus pada lensa, sehingga menyebabkan lamanya kamera merespon untuk melakukan perekaman gambar karena shutter terkunci jika fokus belum didapat.

Sesuai dengan harganya, kamera ini dilengkapi dengan High Definition Video Recorder. Yang membuat kita tidak akan kehilangan momen – momen bergerak dan bersuara. Dengan kualitas video maksimal 720p dengan maksimum waktu perekaman adalah 5 menit, sudah cukup baik untuk digunakan. Hanya saja terbentur oleh waktu yang terbatas. Kelemahan lain di sini adalah setelah melakukan perekaman selama 5 menit, tidak ada tanda kalau kamera tidak melakukan rekaman lagi. ┬áJadi akan sulit diketahui atau bahkan tidak mengetahui kalau kamera sudah tidak merekam.

Untuk hasil video di siang hari cukup bagus. Apalagi dengan ukuran video 720p, tampilan warna dan detil dari gambar yang ditampilkan sangat memuaskan. Hanya saja, untuk pengambilan malam hari, banyak sekali noise yang muncul, serta exposure control yang tidak bisa melakukan penambahan cahaya dikegelapan, membuat hasil pengambilan video di malam hari kurang memuaskan.

Overall untuk pengguna kamera yang masih pemula dan fotografer yang mulai merintis karir. D5000 bisa menjadi pilihan. Namun bagi anda yang lebih expert atau sudah Profesional. Mungkin bisa lebih mempertimbangkan kembali pilihan anda.

(953)

Leave a comment

*