Sep
28
2010

SIARAN PERS TENTANG BENTROK ANTAR WARGA SUKU BUGIS DAN SUKU TIDUNG DI TARAKAN KALTIM

Peristiwa Kerusuhan

Pada tanggal 26 September 2010  sekitar jam 22.30 WITA. Telah terjadi  perkelahian  antar sekelompok warga dari suku  Bugis dan Suku Tidung di Kampung  Juata  Permai  Tarakan  Kalimantan Timur. Akibat perkelahian tersebut 1 (satu) orang tewas.

Kronologis kejadian.

Minggu tanggal 26 September 2010 sekitar pukul 22.30 WITA.

Pada saat Sdr ABDUL RAHMANSYAH , WargaKel Juanta Permai sedang melintas di Perum Korpri Jl. Seranai III, Juata Kec Tarakan Utara, Kota Tarakan, secara tiba-tiba dikeroyok 5 (lima) orang tidak dikenal, sehingga sdr Abdul Rahmansyah mengalami luka-luka ditelapak tangan. Elanjutnya Sdr Abdul Rahmansyah pulang ke rumah untuk meminta pertolongan dan diantar pihak keluarga ke RSU Tarakan untuk berobat.

Pada hari Senin 27 September 2010 .

Sekitar pukul 00.30 WITA, Sdr ABDULLAH (56 Thn), Warga Kel Juata Permai, Orang Tua Sdr Abdul Rahmansyah beserta 6 (enam) orang yang merupakan keluarga dari Suku Tidung berusaha mencari para pelaku pengroyokan dengan membawa senjata tajam berupa mandau, parang dan tombak. Mereka mendatangi sebuah rumah yang diduga sebagai rumah tingga salah seorang dari pengroyok di Perum Korpri Jl Seranai III, Juata, Tarakan Utara Kota Tarakan. Penghuni rumah yang mengetahui bahwa rumahnya akan diserang segera mempersenjatai diri dengan senjata tajam berupa badik dan parang. Kemudian terjadilah perkelahian antara kelompok Sdr Abdullah (warga Suku Tidung) dengan penghuni rumah tersebut (kebetulan warga Suku Bugis Latta). Akibatnya Sdr Abdullah meninggal dunia akibat sabetan senjata tajam.

Pada pukul 01.00 WITA, di Perum Korpri Jl. Seranai III, tarakan Utara, Kota Tarakan terjadi penyerangan yang dilakukan sekitar 50 orang (Warga Suku Tidung) yang bersenjatakan mandau, parang dan tombak. Terjadi pengrusakan terhadap rumah milik Sdr NOODIN (Warga Suku Bugis Letta), Warga t 20 Kel Juata Permai, Tarakan Utara.

Pada pukul 05.30 WITA terjadi lagi aksi pembakaran terhadap rumah milik Sdr SARIFUDIN (Warga Suku Bugis Latta), Warga Perum Korpri Jl. Seranai Rt 20 Kel Juata Permai, tarakan Utara. Pada pukul 06.00 WITA, sekitar 50 orang (Warga Suku Tidung) mencari Sdr BAPAK ASNAH (Warga Suku Bugis Latta), namun berhasil diamankan anggota Brimob.

Pada pukul 10.00 WITA, massa kembali mendatangi rumah tinggal Sdr NOODIN (Warga Suku Bugis Latta) dan langsung membakarnya.

Pada pukul 11.00 WITA, massa kembali melakukan pengrusakan terhadap 4 (empat) sepeda motor yang berada dirumah Sdr NOODIN.

Pada pukul 14.30 WITA, korban meninggal Sdr ABDULLAH (Alm) dimakamkan di Gunung Daeng Kel Sebengkok Kec tarakan Tengah Kota Tarakan.

Pada pukul 18.00 WITA, terjadi pengeroyokan terhadap Sdr SAMSUL TANI 9 Warga Suku Bugis), Warga Memburungan Rt 15 Kec Tarakan Timur, Kota Tarakan, oleh orang tidak dikenal.

Pukul 18.00 WITA, personil gabungan dari Polres Tarakan (Sat Intelkam, Sat Reskrim dan Sat Samapta) diperbantukan untuk mengamankan TKP.

Pada pukul 20.30 WITA s/d 22.30 WITA bertempat di Kantor Camat tarakan Utara berlangsung pertemuan yang dihadiri untur Pemda setempat seperti Walikota Tarakan, Sekda Kota Tarakan, Dandim Tarakan, Dirintelkam Polda Kaltim, Dansat Brimob Polda Kaltim, Wadir Reskrim Polda Kaltim serta perwakilan dari Suku Bugis dan Suku Tidung.

Hasil pertemuan adalah sebagai berikut :

  1. Sepakat untuk melihat permasalahan tersebut sebagai masalah individu.
  2. Sepakat untuk menyerahkan kasus tersebut kepada hukum yang berlaku.
  3. Segera temukan pelaku.
  4. Seluruh kegiatan pemerintahan dan perekonomian berjalan seperti biasa.
  5. Elemen masyarakat, tokoh masyarakat dan tokoh agama mendukung upaya penegakkan hukum.
  6. Mengatasi akar permasalahan secara tuntas.
  7. Tidak menciptakan pemukiman yang homogeny.
  8. Seluruh tokoh elemen masyarakat memberikan pemahaman kepada warganya agar dapat menahan diri.
  9. Peranan pemerintah secara intern terhadap kelom pok etnis.

Pada hari Selasa 28 September 2010 pada pukul 11.30 WITA, telah diamankan 2 (dua) orang yang diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan sdr Abdullah, yaitu :

  1. Sdr BAHARUDIN alias BAHAR (20 Thn), berperan pelaku penebas parang.
  2. Sdr BADARUDIN alias ADA (16 Thn), berperan membantu.

JAKARTA, 28  SEPTEMBER 2010

DIVHUMAS POLRI

sumber: http://www.facebook.com/note.php?note_id=160118367347638 (435)

About the Author:

4 Comments+ Add Comment

  • Saya sebagai orang Bugis mengatakan Bahwa LETTA bukan termasuk BUGIS. Tetapi PATINJO.MEDIA BANYAK SEKALI YANG SALAH.kami orang Bugis Hidup Damai Dngan Wrga asli.setelah letta bnyak Brdatangan.bnyak mmbuat onar.

    • Terima kasih telah komentar disini. Penyebab seperti ini biasanya adanya provokasi. Saya adalah warga Tarakan sendiri. Saya sering mendengar banyak sekali isu – isu tentang bentrok. Dan bentrokan ini paling buruk yang pernah saya lihat di Tarakan. Warga begitu mudahnya terprovokasi dengan berita – berita dari orang – orang yang tidak bertanggung jawab. Yang sengaja ingin merusak perdamaian.

  • saya merupakan anak tidong dari sabah, namun asal usul nenek moyang saya berasal dari tarakan selumit……walaupun saya tiada di sana…namun hati tetap terasa…saya mendoakan agar warga tarakan khususnya ( tanpa mengira apa jenis suku ) jadikan hal ini sebagai satu pengajaran….semoga tarakan sentiasa di rahmat dan di berkati-Nya….Amin

    • Terima kasih sudah mampir. Selama ini sebenarnya aman – aman saja. Terkadang beberapa orang yang salah mengerti dan sering menyebarkan isu – isu yang menyebabkan pertengkaran. Memang sulit sih. Orang – orang terlalu mudah menerima berita sebelum mengetahui kebenaran berita tersebut.

Leave a comment

*