Apr
5
2010

Tweet dan Informasi Medis

KEHADIRAN internet membuat informasi menyebar dengan cepat. Sayangnya tidak semua informasi yang tersebar di dunia maya memuat kebenaran. Dalam studi Daniel Scanfeld, mahasiswa doktoral di Universitas Columbia, New York, AS, terungkap informasi medis yang keliru dapat menyebar dengan cepat melalui situs microblogging, Twitter.

Tim Scanfeld mempelajari lebih dari 52 ribu status update Twitter atau yang disebut tweet yang memuat kata antibiotik selama periode 4,5 bulan pada 2009. Dari jumlah itu, sekitar 700 tweet memuat informasi yang keliru seperti kesalahpahaman dan saran yang salah mengenai bagaimana antibiotik seharusnya digunakan. Beberapa tweet berbicara mengenai penggunaan antibiotik untuk menangani penyakit yang disebabkan virus seperti demam atau flu. Padahal, antibiotik digunakan untuk memerangi infeksi akibat bakteri.

“Saran saya adalah mengambil informasi dengan hatihati dan mencari pendapat kedua dari dokter mengenai apa yang seharusnya Anda lakukan,” kata Scanfeld. (HealthDay News/EP/X-5)

Sumber : Media Indonesia 6 April 2010

(428)

Related Posts

About the Author:

Leave a comment

*